Berita, Emas, Kabar Emas
Sentimen Timur Tengah dan Suku Bunga Menyebabkan Harga Emas Hari Ini Senin, 22 Juni 2026 Masih Tertekan
Dayinta
Senin, 22 Juni 2026
Harga Emas Hari Ini 22

Harga emas hari ini masih bergerak di zona negatif seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap konflik geopolitik dan prospek kebijakan moneter global. Pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 harga emas dunia tercatat berada di level USD4.156,69 per troy ons atau melemah tipis 0,08%.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026 harga emas berakhir di posisi USD4.160 per troy ons setelah terkoreksi 1,15%. Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif logam mulia yang telah turun 3,92% dalam tiga hari perdagangan berturut-turut. Harga penutupan tersebut juga menjadi yang terendah sejak 10 Juni 2026.

Perkembangan terbaru di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Melalui unggahan di media sosial, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan apabila Iran tidak mampu menghentikan aktivitas kelompok yang disebutnya sebagai "proxy" di Lebanon, merujuk pada Hizbullah yang saat ini terlibat konflik dengan Israel.

Dalam wawancara bersama Fox News, Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mengenakan biaya bagi pihak yang melintasi Selat Hormuz apabila kesepakatan dengan Iran tidak tercapai. Ia bahkan menegaskan bahwa pihak yang menutup Selat Hormuz tidak akan mudah mendapatkan kembali akses terhadap jalur strategis tersebut.

Rangkaian pernyataan tersebut memicu ketidakpastian baru dalam proses dialog yang tengah berlangsung antara Washington dan Teheran. Media Iran melaporkan bahwa pemerintah Iran memutuskan menunda pembahasan dengan Amerika Serikat yang sedang berlangsung di Swiss sebagai respons atas manuver politik terbaru dari Trump.

Konflik yang terus berlarut-larut di kawasan Timur Tengah turut menjaga harga energi tetap tinggi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global akan bertahan lebih lama. Dalam situasi tersebut, bank sentral di berbagai negara menjadi semakin sulit untuk melonggarkan kebijakan moneternya melalui penurunan suku bunga.

Selain faktor geopolitik, penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed turut mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Kondisi tersebut membuat sebagian investor mulai mengalihkan dana ke instrumen lain yang dianggap lebih menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Harga Emas Hari Ini Senin, 22 Juni 2026 di Indonesia

Berbeda dengan tren pelemahan yang terjadi pada pekan lalu, harga emas hari ini di Indonesia cenderung bergerak stagnan. Pada Senin, 22 Juni 2026, harga beli emas Antam tercatat berada di level Rp2.668.000 per gram. Angka tersebut masih sama dengan posisi pada akhir pekan lalu.

Hal serupa juga terjadi pada harga buyback. Hari ini, harga buyback emas Antam tetap bertahan di level Rp2.401.000 per gram, tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya.  Hal ini menunjukkan bahwa pasar emas domestik belum merespons secara signifikan perkembangan terbaru di pasar global.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada emas digital. Berdasarkan data pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital di aplikasi Treasury berada di level Rp2.482.673 per gram. Jika dibandingkan dengan harga penutupan akhir pekan lalu yang sebesar Rp2.463.241 per gram, maka harga emas digital mengalami kenaikan sebesar Rp19.432 per gram.

Saat harga emas fisik relatif stagnan dan harga emas dunia masih terkoreksi, harga beli emas digital di aplikasi Treasury justru mengalami kenaikan. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa harga emas digital cenderung lebih cepat menyesuaikan sentimen pasar terkini karena diperbarui secara lebih real-time dibandingkan harga emas fisik. 

Prediksi Harga Emas Mendatang

Tekanan yang terjadi pada pasar emas saat ini muncul setelah reli luar biasa yang terjadi sepanjang 2025. Pada periode tersebut, harga emas melonjak lebih dari 50%. Lonjakan tersebut didorong oleh pembelian agresif dari bank sentral serta pelemahan dolar Amerika Serikat yang meningkatkan minat investor terhadap aset lindung nilai.

Namun, arah pasar mulai berubah setelah The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih berpeluang dilakukan untuk mengendalikan inflasi. Sikap yang lebih agresif tersebut membuat investor kembali mempertimbangkan instrumen berbasis imbal hasil dibandingkan emas.

Namun, tidak semua pihak memandang prospek emas secara negatif. Robert Kiyosaki, misalnya, mengaku tetap optimistis terhadap emas dan memilih mempertahankan kepemilikannya. Menurutnya, penurunan harga saat ini bukan alasan untuk menjual, melainkan kesempatan untuk menunggu momentum yang tepat guna menambah posisi investasi.

Di sisi lain, Goldman Sachs merevisi turun proyeksi harga emasnya. Bank investasi tersebut memangkas target harga emas akhir 2026 menjadi USD4.900 per troy ons dari proyeksi sebelumnya sebesar USD5.400 per troy ons. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah peluang kenaikan suku bunga The Fed meningkat cukup tajam.

Meski memangkas targetnya, Goldman Sachs tetap melihat prospek emas jangka menengah masih cukup positif. Namun, risiko koreksi dalam jangka pendek dinilai semakin besar. Analis Goldman Sachs, Lina Thomas dan Daan Struyven, menilai kenaikan suku bunga akan menjadi hambatan utama karena emas tidak menawarkan imbal hasil.

Jika Federal Reserve benar-benar menaikkan suku bunga pada akhir tahun, Goldman memperkirakan harga emas berpotensi kembali turun hingga mendekati USD4.400 per troy ons. Pasar kini memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember mencapai sekitar 87%, meningkat dibandingkan estimasi sebelumnya yang berada di kisaran 61%.

Secara teknikal, emas masih berada di zona bearish. Hal ini tercermin dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 37 menunjukkan bahwa tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli. Sedangkan indikator Stochastic RSI telah berada di level 63. Posisi tersebut menunjukkan bahwa momentum beli mulai menguat.

Berdasarkan data di atas, saat ini emas masih berada di area long yang cukup solid. Kondisi ini mengindikasikan bahwa meskipun tren utama masih bearish, peluang terjadinya penguatan jangka pendek atau technical rebound tetap terbuka apabila sentimen pasar membaik.

Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja

Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.

Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!

Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.

Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.

Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.

Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS. 

Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!

Artikel Populer
cara menghadapi krisis dunia 2030
Tips Keuangan
Mungkinkah Krisis Global 2030 Terjadi? Siapkan Keuangan dengan 7 Langkah Ini
Rabu, 03 Juni 2026
Emas
Mengenal Emas Digital, Keuntungan dan Cara Investasinya
Selasa, 22 Agustus 2023
Harga Emas Hari Ini 30
Berita, Kabar Emas
Harga Emas Hari Ini Rabu 30 April 2025 Melemah di Tengah Optimisme Pasar
Rabu, 30 April 2025