Trivia
10 Strategi Cerdas Saat Menghadapi IHSG Turun
Dayinta
Rabu, 21 Oktober 2026
strategi IHSG turun

Pernahkan Sobat merasa tidak nyaman ketika melihat portofolio saham memerah? Nah, di saat seperti inilah strategi investasi benar-benar diuji. Strategi menghadapi IHSG yang turun bukan tentang menebak kapan pasar berbalik arah, melainkan tentang menyiapkan portofolio yang tetap kokoh ketika pasar sedang bergejolak.

Tahun 2026 menjadi contoh yang cukup nyata. IHSG sempat terkoreksi 34,73% pada semester I, tetapi pasar sempat rebound hingga 10,5% pada Juli. Pelajarannya sederhana yang bisa kita ambil dari data di atas adalah pasar saham bisa turun dalam lalu naik kembali, dan investor yang memiliki rencana akan lebih mudah melewati kedua fase itu dengan tenang.

Di artikel ini, Sobat akan menemukan 10 strategi saat IHSG turun yang bisa diterapkan siapa saja, termasuk peran emas digital sebagai aset yang relatif stabil dalam diversifikasi portofolio. Yuk, simak selengkapnya!

1. Strategi saat IHSG Turun Dimulai dengan Memahami Penyebabnya

Langkah pertama saat IHSG turun bukanlah menjual atau membeli, melainkan memahami apa yang sebenarnya terjadi. Penurunan indeks bisa dipicu oleh sentimen sesaat, bisa pula oleh memburuknya fundamental perusahaan, dan keduanya menuntut respons yang berbeda.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, misalnya, menilai koreksi IHSG pada Juni 2026 lebih banyak dipengaruhi sentimen ketimbang pelemahan fundamental emiten. Dengan mencermati arus dana asing, kurs rupiah, dan sentimen global, Sobat dapat mengambil keputusan dengan kepala dingin, bukan karena panik melihat angka merah.

2. Tetapkan Ulang Tujuan dan Horizon Investasi

Setelah situasi terbaca, tentukan arah strategi saat IHSG turun dengan menanyakan kembali untuk apa dana tersebut diinvestasikan. Dana pendidikan anak yang dibutuhkan beberapa tahun lagi tentu memiliki kebutuhan berbeda dibanding dana pensiun yang masih puluhan tahun ke depan.

Analis Bareksa menekankan bahwa di tengah volatilitas, investor sebaiknya fokus pada tujuan jangka panjang dan memperkuat diversifikasi, bukan bereaksi terhadap gejolak jangka pendek. Dengan tujuan yang jelas, setiap keputusan punya pegangan, dan Sobat tidak mudah terombang-ambing oleh berita harian.

3. Amankan Dana Darurat sebagai Fondasi Strategi saat IHSG Turun

Strategi berikutnya adalah memastikan Sobat tidak terpaksa menjual investasi di waktu yang kurang tepat. Karena itu, sediakan dana darurat yang terpisah dari dana investasi dan simpan di instrumen yang mudah dicairkan. Reksa dana pasar uang dan emas digital merupakan contoh aset yang tetap relevan untuk menjaga likuiditas ketika pasar bergejolak.

Di Treasury, emas digital yang Sobat miliki bisa berfungsi menjadi dana darurat melalui fitur Jamimas. Fitur ini memungkinkan Sobat mendapatkan dana cepat dengan biaya rendah tanpa harus kehilangan aset emas yang sudah Sobat kumpulkan sebelumnya.

World Gold Council juga mencatat bahwa pada krisis keuangan global dan pandemi COVID-19, investor menjual aset likuid yang sebelumnya berkinerja baik demi memenuhi kebutuhan kas. Investor yang memiliki cadangan likuiditas memadai memiliki keleluasaan untuk menunggu pasar pulih.

4. Lakukan Diversifikasi Portofolio Lintas Aset, Bukan Pindah Total

Jika Sobat telah memiliki dana darurat yang aman, Sobat bisa melakukan diversifikasi portofolio agar tidak bergantung pada satu jenis aset. Setiap aset memiliki peran masing-masing. Seperti emas yang berperan sebagai penyeimbang karena pergerakannya cenderung lebih stabil dibanding saham dan banyak komoditas lainnya.

Harry Su dari Samuel Sekuritas Indonesia pun menyarankan investor melakukan diversifikasi ke aset aman seperti emas atau obligasi pemerintah. Komposisi ideal berbeda bagi setiap orang, jadi sesuaikan dengan profil risiko dan tujuan Sobat. Dalam strategi saat IHSG turun, kuncinya adalah diversifikasi, bukan memindahkan seluruh dana ke satu instrumen.

Baca Juga: Pengaruh Turunnya IHSG terhadap Harga Emas: Benarkah Emas Selalu Naik Saat Saham Rontok? – Treasury 

5. Jadikan Emas Digital Penyeimbang Stabil dalam Investasi saat IHSG Turun

Di antara pilihan diversifikasi, emas digital layak dipertimbangkan oleh Sobat yang menginginkan aset dengan pergerakan yang cenderung lebih stabil. Berbeda dengan saham yang nilainya sangat bergantung pada kinerja perusahaan dan sentimen bursa, emas relatif tidak terpengaruh langsung oleh keduanya.

Selain itu, karena harganya mengacu pada dolar AS, harga emas dalam rupiah ikut dipengaruhi kurs, sehingga pelemahan rupiah cenderung ikut menopangnya. Emas digital dapat dibeli bertahap, dan platform seperti Treasury memudahkan Sobat memulai investasi emas digital sedikit demi sedikit sesuai kemampuan.

6. Terapkan Dollar Cost Averaging (DCA) sebagai Strategi saat IHSG Turun

Setelah komposisi aset ditentukan, pertanyaan berikutnya dalam investasi saat pasar saham turun adalah kapan waktu membeli. Alih-alih menebak titik terendah, Sobat bisa memakai dollar cost averaging (DCA), yaitu membeli dengan nominal tetap secara rutin, misalnya setiap bulan.

Ketika harga turun, nominal yang sama membeli lebih banyak unit, dan ketika harga naik, unit yang terbeli lebih sedikit, sehingga harga beli rata-rata menjadi lebih terjaga. Agar disiplin terjaga, jadwalkan pembelian secara otomatis sehingga keputusan tidak bergantung pada suasana hati.

 7. Selektif Mencicil Saham Berfundamental Kuat (Buy on Weakness) 

Bagi Sobat yang ingin menambah saham sebagai bagian dari strategi saat IHSG turun, lakukanlah dengan selektif. Wafi menilai penjualan menyeluruh (indiscriminate selling) dapat membuka peluang akumulasi pada saham blue chip yang fundamentalnya kuat namun ikut terseret pasar.

Periksa terlebih dahulu kinerja laba, tingkat utang, arus kas, dan konsistensi dividen perusahaan, lalu cicil secara bertahap menggunakan dana dingin. Jangan lupa membedakan saham yang turun karena sentimen dengan saham yang turun karena masalah mendasar, sebab keduanya memiliki prospek pemulihan yang berbeda.

 8. Lakukan Rebalancing Berkala sebagai Strategi saat IHSG Turun 

Seiring waktu, komposisi portofolio akan bergeser dari rencana awal. Ketika saham turun, porsinya mengecil, sementara aset lain bisa menjadi lebih dominan. Karena itu, tinjau portofolio secara berkala, misalnya setiap kuartal atau semester, lalu kembalikan komposisinya ke target yang Sobat tetapkan.

Cara rebalancing ini membantu Sobat secara alami membeli aset yang sedang tertinggal dan mengamankan sebagian aset yang sudah naik, tanpa harus menebak arah pasar.

9. Hindari Leverage, Panic Selling, dan Ikut-ikutan

Di tengah pasar yang bergejolak, godaan terbesar dalam menjalankan strategi saat IHSG turun sering datang dari emosi dan utang. Berinvestasi dengan margin atau pinjaman berisiko memicu margin call, yang menurut World Gold Council dapat memaksa investor menjual aset lain demi menutup kebutuhan kas.

Menjual panik saat harga jatuh pun kerap hanya mengunci kerugian. Sama pentingnya, waspadai rumor dan ajakan “cepat untung” di media sosial, dan verifikasi informasi dari sumber yang kredibel sebelum bertindak.

10. Pilih Platform yang Legal dan Pahami Biayanya

Terakhir, pastikan tempat Sobat berinvestasi aman dan legal. Untuk emas digital, Indonesia menyarankan memilih platform yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, serta menjamin setiap gram saldo nasabah didukung emas fisik di lembaga penyimpanan berlisensi, contohnya Treasury.

Sebelum mulai, bandingkan selisih harga beli dan jual (spread), biaya, batas minimum pembelian, serta ketersediaan opsi cetak emas fisik, dan pahami cara menjual kembali saldo emas. Melalui platform yang transparan, Sobat bisa fokus menjalankan strategi menghadapi IHSG turun tanpa khawatir soal keamanan.

IHSG yang turun memang menguji ketenangan, tetapi bukan alasan untuk berhenti berinvestasi. Dengan menerapkan strategi saat IHSG turun yang tepat, mulai dari memahami penyebabnya, menetapkan tujuan, menjaga likuiditas, hingga menata portofolio lintas aset secara bertahap, Sobat dapat melewati volatilitas dengan lebih percaya diri.

Dalam portofolio yang seimbang, emas digital dapat hadir sebagai aset yang lebih stabil untuk meredam guncangan dari saham. Sobat yang ingin mulai menabung emas secara bertahap bisa mencoba Treasury, lalu sesuaikan porsinya dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Artikel Populer
investasi leher ke atas
Trivia
7 Jenis Investasi Leher ke Atas untuk Tingkatkan Kualitas Diri
Senin, 21 September 2026
Promo OVO Juli
Promo
Nabung Emas di Treasury Bayarnya Pake OVO, Auto Bikin Happy Dapat Cashback 2,5% Lho! 💸🥳
Selasa, 01 Juli 2025
mimpi mendapatkan emas
Trivia
Mimpi Mendapatkan Emas? Ini 5 Arti di Baliknya, Bisa Jadi Pertanda Baik dan Buruk
Rabu, 15 Januari 2025