Harga emas dunia mulai menunjukkan penguatan tipis, setelah mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 13 Oktober 2026 harga emas dunia tercatat naik 0,03% ke USD4.172,27 per troy ons. Sementara itu, pada penutupan perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga emas berada di USD4.171,09 per troy ons, melemah 0,54%.
Penurunan tersebut sekaligus mengakhiri reli emas yang berlangsung selama dua hari berturut-turut. Salah satu faktor yang menekan harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Indeks dolar melonjak ke level 102,589, posisi tertingginya sejak April 2025, ketika pasar global menghadapi gejolak akibat perang dagang.
Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, penguatan mata uang tersebut membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga berpotensi menekan permintaan.
Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menilai tekanan jual terhadap emas meningkat ketika dolar AS berada di sekitar level tertinggi dalam satu setengah tahun terakhir. Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah turut membuat investor berhati-hati dalam mengambil keputusan di pasar.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, menjadi salah satu hal yang dicermati, bersamaan dengan rangkaian data ekonomi penting yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS akan diumumkan pada Rabu, kemudian disusul Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel pada Kamis.
Wyckoff memperkirakan laporan-laporan tersebut belum tentu memperlihatkan tanda-tanda meredanya inflasi. Jika tekanan harga masih bertahan, kondisi tersebut dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar logam, termasuk emas, karena membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dari pasar energi, harga minyak justru meningkat pada Senin dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan. Kenaikan ini terjadi setelah serangan terhadap Arab Saudi mengalahkan sentimen potensi tambahan pasokan ke pasar. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut ekspor diesel baru dari Rusia serta kesepakatan gencatan senjata Rusia-Ukraina yang mencakup infrastruktur energi.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 13 Oktober 2026 di Indonesia
Pergerakan harga emas hari ini di Indonesia menunjukkan koreksi setelah tekanan di pasar global pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, harga beli emas Antam turun Rp20.000 per gram, dari Rp2.594.000 pada awal pekan menjadi Rp2.574.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback Antam, dengan koreksi yang lebih besar dibandingkan harga belinya. Harga buyback tercatat turun Rp25.000 per gram, dari Rp2.408.000 menjadi Rp2.383.000 per gram. Dengan demikian, baik harga beli maupun harga jual kembali emas Antam mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.
Koreksi serupa terlihat pada harga emas digital di aplikasi Treasury. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.473.030 per gram. Angka tersebut turun Rp10.021 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp2.483.051 per gram. Harga penutupan tersebut merupakan level tertinggi emas digital Treasury dalam satu minggu terakhir.
Perbedaan pergerakan harga emas Antam dan Treasury dapat dipengaruhi oleh frekuensi pembaruan harga masing-masing platform. Harga emas digital Treasury diperbarui setiap menit sehingga lebih cepat mencerminkan perubahan sentimen dan fluktuasi pasar. Sementara itu, harga emas Antam diperbarui satu kali sehari pada awal perdagangan.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Investor diperkirakan masih akan mengambil sikap wait and see sembari menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat untuk periode September. Data tersebut dijadwalkan diumumkan pada Rabu malam waktu Indonesia dan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Konsensus pasar memperkirakan inflasi Amerika Serikat mencapai 0,6% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Apabila proyeksi tersebut terealisasi, laju inflasi akan lebih tinggi dibandingkan Agustus yang tercatat sebesar 0,3% mtm dan 3,4% yoy.
Inflasi yang terus meningkat dapat mempersempit ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Sebaliknya, bank sentral Amerika Serikat berpotensi mempertahankan pendekatan ketat, termasuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi emas karena suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.
Analis komoditas Motilal Oswal Financial Services Ltd, Manav Modi, menilai prospek pasar masih menghadapi tantangan selama tekanan inflasi mendorong The Fed untuk terus mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Meskipun pasar secara umum memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan akhir Oktober, peluang kenaikan pada Desember masih cukup besar. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 87,7%.
Dari sisi teknikal, pergerakan emas masih berada di zona bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 43 menunjukkan bahwa tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli. Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 86, yang menunjukkan kondisi overbought.
Meski indikator ini berada di area long yang kuat, kondisi tersebut tidak serta-merta menandakan harga akan terus naik. Dengan tekanan teknikal yang masih membayangi serta investor menunggu data inflasi Amerika Serikat, harga emas masih berisiko melanjutkan penurunan dalam perdagangan hari ini.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!
Harga emas dunia mulai menunjukkan penguatan tipis, setelah mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 13 Oktober 2026 harga emas dunia tercatat naik 0,03% ke USD4.172,27 per troy ons. Sementara itu, pada penutupan perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga emas berada di USD4.171,09 per troy ons, melemah 0,54%.
Penurunan tersebut sekaligus mengakhiri reli emas yang berlangsung selama dua hari berturut-turut. Salah satu faktor yang menekan harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat. Indeks dolar melonjak ke level 102,589, posisi tertingginya sejak April 2025, ketika pasar global menghadapi gejolak akibat perang dagang.
Karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar AS, penguatan mata uang tersebut membuat emas relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga berpotensi menekan permintaan.
Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menilai tekanan jual terhadap emas meningkat ketika dolar AS berada di sekitar level tertinggi dalam satu setengah tahun terakhir. Selain itu, eskalasi konflik di Timur Tengah turut membuat investor berhati-hati dalam mengambil keputusan di pasar.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, menjadi salah satu hal yang dicermati, bersamaan dengan rangkaian data ekonomi penting yang dijadwalkan rilis pekan ini. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS akan diumumkan pada Rabu, kemudian disusul Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel pada Kamis.
Wyckoff memperkirakan laporan-laporan tersebut belum tentu memperlihatkan tanda-tanda meredanya inflasi. Jika tekanan harga masih bertahan, kondisi tersebut dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar logam, termasuk emas, karena membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dari pasar energi, harga minyak justru meningkat pada Senin dan mendekati level tertinggi dalam hampir dua pekan. Kenaikan ini terjadi setelah serangan terhadap Arab Saudi mengalahkan sentimen potensi tambahan pasokan ke pasar. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut ekspor diesel baru dari Rusia serta kesepakatan gencatan senjata Rusia-Ukraina yang mencakup infrastruktur energi.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 13 Oktober 2026 di Indonesia
Pergerakan harga emas hari ini di Indonesia menunjukkan koreksi setelah tekanan di pasar global pada perdagangan sebelumnya. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, harga beli emas Antam turun Rp20.000 per gram, dari Rp2.594.000 pada awal pekan menjadi Rp2.574.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback Antam, dengan koreksi yang lebih besar dibandingkan harga belinya. Harga buyback tercatat turun Rp25.000 per gram, dari Rp2.408.000 menjadi Rp2.383.000 per gram. Dengan demikian, baik harga beli maupun harga jual kembali emas Antam mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.
Koreksi serupa terlihat pada harga emas digital di aplikasi Treasury. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, harga beli emas digital Treasury tercatat sebesar Rp2.473.030 per gram. Angka tersebut turun Rp10.021 per gram dibandingkan harga penutupan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp2.483.051 per gram. Harga penutupan tersebut merupakan level tertinggi emas digital Treasury dalam satu minggu terakhir.
Perbedaan pergerakan harga emas Antam dan Treasury dapat dipengaruhi oleh frekuensi pembaruan harga masing-masing platform. Harga emas digital Treasury diperbarui setiap menit sehingga lebih cepat mencerminkan perubahan sentimen dan fluktuasi pasar. Sementara itu, harga emas Antam diperbarui satu kali sehari pada awal perdagangan.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Investor diperkirakan masih akan mengambil sikap wait and see sembari menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat untuk periode September. Data tersebut dijadwalkan diumumkan pada Rabu malam waktu Indonesia dan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed.
Konsensus pasar memperkirakan inflasi Amerika Serikat mencapai 0,6% secara bulanan (month-to-month/mtm) dan 3,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Apabila proyeksi tersebut terealisasi, laju inflasi akan lebih tinggi dibandingkan Agustus yang tercatat sebesar 0,3% mtm dan 3,4% yoy.
Inflasi yang terus meningkat dapat mempersempit ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Sebaliknya, bank sentral Amerika Serikat berpotensi mempertahankan pendekatan ketat, termasuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan. Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan bagi emas karena suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik aset yang memberikan imbal hasil.
Analis komoditas Motilal Oswal Financial Services Ltd, Manav Modi, menilai prospek pasar masih menghadapi tantangan selama tekanan inflasi mendorong The Fed untuk terus mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Meskipun pasar secara umum memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada pertemuan akhir Oktober, peluang kenaikan pada Desember masih cukup besar. Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 87,7%.
Dari sisi teknikal, pergerakan emas masih berada di zona bearish. Hal ini terlihat dari indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 43 menunjukkan bahwa tekanan jual masih lebih dominan dibandingkan tekanan beli. Sementara itu, indikator Stochastic RSI berada di level 86, yang menunjukkan kondisi overbought.
Meski indikator ini berada di area long yang kuat, kondisi tersebut tidak serta-merta menandakan harga akan terus naik. Dengan tekanan teknikal yang masih membayangi serta investor menunggu data inflasi Amerika Serikat, harga emas masih berisiko melanjutkan penurunan dalam perdagangan hari ini.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas. Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di Komdigi dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


