Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada awal perdagangan hari ini. Pada Selasa, 3 Februari 2026 harga emas dunia tercatat naik 1,55% ke level USD4.737,69 per troy ons. Penguatan ini menjadi respons pasar setelah tekanan jual yang cukup dalam terjadi pada beberapa hari sebelumnya.
Pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026 harga emas dunia justru mengalami tekanan hebat dengan penurunan 4,09% dan ditutup di posisi USD4.665,27 per troy ons. Bahkan secara intraday, emas sempat menyentuh level USD4.403,24 per troy ons. Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif emas dalam tiga hari terakhir dengan total penurunan mencapai 13,6%.
Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa koreksi tajam tersebut belum dapat dianggap sebagai awal dari tren penurunan jangka panjang. Michael Hsueh, analis logam mulia dari Deutsche Bank, menyampaikan bahwa kondisi pasar saat ini belum menunjukkan sinyal pembalikan harga emas yang berkelanjutan.
Ia menilai ekspektasi kenaikan masih cukup kuat di kalangan investor, sehingga volatilitas harga kemungkinan akan tetap tinggi dibandingkan dengan perubahan sentimen menjadi negatif.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis lain yang menilai bahwa penurunan tajam harga emas justru telah mendorong keluarnya para pelaku pasar spekulatif yang sebelumnya mendominasi reli. Aksi ini dinilai membantu menurunkan tingkat spekulasi berlebihan dan membuat pasar menjadi lebih seimbang.
Jia Zheng, Head of Trading di Shanghai Soochow Jiuying Investment Management Co, menyebutkan bahwa sebagian besar pembeli emas telah menikmati keuntungan besar dari reli sebelumnya dan siap merealisasikan keuntungan kapan saja. Kondisi ini membuat pergerakan harga emas menjadi lebih sensitif terhadap sentimen jangka pendek.
Tekanan terhadap emas juga datang dari pergerakan dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan Senin, indeks dolar Amerika Serikat menguat 0,66% ke level 97,63, menjadi posisi tertinggi dalam lebih dari sepekan. Penguatan dolar ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar Amerika Serikat menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Selain itu, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh keputusan politik di Amerika Serikat. Presiden Donald Trump pada Jumat lalu menominasikan mantan pejabat The Fed, Kevin Warsh, untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed pada Mei mendatang. Pasar menilai langkah ini berpotensi mengarah pada kebijakan pemotongan suku bunga.
Harga Emas Hari Ini Selasa, 3 Februari di Indonesia
Di dalam negeri, harga emas mengalami koreksi cukup tajam seiring dengan gejolak harga global. Selasa, 3 Februari 2026 harga beli emas Antam tercatat turun Rp183.000 dari posisi sebelumnya Rp3.027.000 per gram menjadi Rp2.844.000 per gram. Penurunan ini membuat harga emas Antam kembali turun dari level psikologis Rp3.000.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback yang ditawarkan oleh Antam sebenarnya telah mengalami koreksi lebih dulu pada hari sebelumnya. Oleh karena itu, pada perdagangan hari ini penurunannya relatif terbatas, yakni hanya Rp9.000 ke posisi Rp2.624.000 per gram.
Koreksi tajam yang terjadi hari ini dinilai sebagai konsekuensi dari lonjakan harga yang sangat signifikan pada hari-hari sebelumnya. Volatilitas harga emas yang ekstrem membuat investor perlu lebih cermat dalam mengevaluasi kembali komposisi portofolio aset mereka, terutama bagi yang berorientasi jangka pendek.
Berbeda dengan emas fisik Antam, harga emas digital di aplikasi Treasury justru bergerak menguat mengikuti rebound harga emas dunia. Pada Selasa, 3 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, harga beli emas di aplikasi Treasury tercatat berada di level Rp2.697.371 per gram, naik sekitar Rp43.000 dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp2.654.000 per gram.
Prediksi Harga Emas Mendatang
Secara historis, tekanan jual yang terjadi beberapa hari terakhir tergolong sangat besar. Pada Jumat lalu, harga emas tercatat anjlok hingga 9,8% dan telah kehilangan sekitar USD900. Sebelumnya emas sempat mencatatkan rekor tertingginya pada 29 Januari di level USD5.594,82 per troy ons.
Dari sisi teknikal, emas masih bertahan di area bullish meskipun kondisinya cenderung netral. Relative Strength Index (RSI) emas berada di level 51, masih sedikit di atas batas bullish di 50. Namun demikian, indikator Stochastic RSI sudah berada di level 3, jauh di bawah 20, yang menandakan kondisi oversold.
Kondisi oversold ini mendorong sebagian investor kembali melakukan akumulasi emas sebagai aset lindung nilai, terutama untuk kepentingan jangka panjang. Masuknya kembali minat beli inilah yang turut menopang pergerakan harga emas agar kembali stabil setelah tekanan tajam.
Sejalan dengan pandangan para analis, harga emas diperkirakan akan berangsur menemukan kestabilannya setelah melalui fase volatilitas ekstrem. Ke depan, emas masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan karena tetap diminati sebagai aset safe haven. Namun, potensi kenaikannya diperkirakan tidak akan setajam sebelumnya jika tidak disertai faktor pendorong yang kuat.
Saatnya Investasi Emas, Mulai dari Rp 5.000-an Aja
Naik turunnya harga emas harian tidak perlu Sobat khawatirkan. Secara akumulatif harga emas pasti akan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Idealnya emas memang digunakan untuk investasi jangka menengah dan jangka panjang.
Jadi gak perlu ragu untuk mulai investasi emas.Sekarang, Sobat bisa membeli emas dengan mudah dan murah, mulai dari Rp 5 ribu di Treasury!
Treasury merupakan pedagang emas fisik digital pertama yang berlisensi BAPPEBTI. Transaksi digital terjamin aman karena telah terdaftar di KOMINFO dan berpartner dengan ICH untuk menjamin keamanan transaksi pengguna.
Treasury juga merupakan anggota dari ICDX yaitu lembaga kliring serta bursa berjangka yang diawasi oleh BAPPEBTI. Jadi Sobat gak perlu khawatir dengan legalitas dan keamanan berinvestasi emas di Treasury.
Tidak hanya itu. Terdapat berbagai fitur menarik Treasury seperti Jamimas (pinjaman emas), Panen Emas dengan bunga mencapai 9% p.a, GRATIS simpan dan transfer emas, serta masih banyak promo dan hadiah spesial lainnya.
Meski menabung emas secara digital, Sobat tetap bisa kok mencetak tabungan emasmu menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan karena Treasury juga bekerja sama dengan PT. Antam dan UBS.
Tunggu apalagi? Mulai investasi emasmu sekarang untuk finansial yang lebih baik di masa kini dan masa depan!


